Wako Pariaman Sampaikan Proposal Sektor Pertanian dan Peternakan kepada Menteri Pertanian

Di tengah upaya memperkuat sektor pertanian dan peternakan, Wali Kota Pariaman, Yota Balad, bersama sejumlah kepala daerah lainnya di Sumatera Barat, melakukan langkah strategis dengan mengajukan proposal kepada Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman. Pertemuan yang berlangsung pada Selasa, 14 April 2026, di Bandara Internasional Minangkabau, Padang Pariaman, menjadi momentum penting untuk membahas berbagai program yang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian serta peternakan di daerah tersebut.
Proposal Sektor Pertanian dan Peternakan dari Pemko Pariaman
Dalam kesempatan tersebut, Yota Balad mengemukakan enam program prioritas yang diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan hasil pertanian dan peternakan di Kota Pariaman. Program-program ini dirancang untuk merespons tantangan yang dihadapi oleh petani dan peternak lokal, serta untuk meningkatkan nilai tambah dari hasil produksi mereka.
“Kami mengajukan beberapa usulan yang kami yakini dapat membantu memperbaiki kondisi dan meningkatkan hasil di sektor pertanian dan peternakan,” ungkap Yota Balad, didampingi oleh Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan, Marlina Sepa. Usulan tersebut meliputi berbagai alat dan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung kegiatan pertanian dan peternakan yang lebih efisien.
Usulan Utama dalam Proposal
Salah satu usulan utama yang disampaikan adalah pengadaan alat penyemprot pestisida berbasis drone. Alat ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam proses penyemprotan, sehingga petani dapat lebih mudah mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman padi mereka. Selain itu, perbaikan sistem irigasi yang rusak akibat bencana banjir tahun lalu juga menjadi fokus penting dalam proposal ini.
- Pengadaan alat penyemprot pestisida (drone sprayer).
- Perbaikan infrastruktur irigasi yang terdampak banjir.
- Pengadaan 200 unit alat semprot portabel manual atau elektrik.
- Penyediaan benih padi untuk 1.600 hektare lahan.
- Pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH).
Yota Balad menambahkan bahwa pihaknya juga mengusulkan pengadaan 200 unit alat semprot portabel, baik manual maupun elektrik, yang dirancang untuk digunakan dalam skala kecil. Ini akan memudahkan petani dalam melakukan perawatan tanaman secara lebih efisien dan efektif, terutama pada lahan-lahan kecil.
Peningkatan Kualitas Benih dan Infrastruktur Peternakan
Dalam rangka meningkatkan kualitas hasil pertanian, Pemko Pariaman juga meminta pasokan benih padi untuk lahan seluas 1.600 hektare. Ini merupakan langkah strategis untuk memastikan bahwa petani memiliki akses terhadap benih berkualitas yang dapat mendukung peningkatan hasil panen mereka.
Selain itu, pengadaan ayam petelur sebanyak 20.000 ekor juga diusulkan untuk meningkatkan produksi telur di daerah tersebut. Produksi telur yang baik tidak hanya akan memenuhi kebutuhan lokal, tetapi juga dapat menjadi sumber pendapatan tambahan bagi peternak setempat.
Harapan untuk Dukungan dari Kementerian Pertanian
Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, menyambut baik berbagai usulan yang disampaikan oleh Pemko Pariaman. Ia menilai bahwa langkah-langkah yang diambil oleh pemerintah daerah dalam mengajukan proposal sektor pertanian dan peternakan ini sangatlah tepat, mengingat pentingnya sinkronisasi antara program daerah dan kebijakan pusat.
“Kami sangat menghargai inisiatif dari Pemko Pariaman. Program-program ini menunjukkan komitmen untuk meningkatkan produksi pertanian dan peternakan yang berkualitas,” ungkap Menteri Amran saat menerima proposal tersebut. Ia juga menambahkan bahwa dukungan dari kementerian akan diberikan seoptimal mungkin untuk mendukung pengembangan sektor tersebut.
Strategi Kolaborasi untuk Mewujudkan Program
Kedepannya, diharapkan adanya kolaborasi yang lebih erat antara pemerintah daerah dan pusat dalam mewujudkan program-program yang telah diusulkan. Wali Kota Yota Balad pun mengungkapkan harapannya agar semua permintaan dan usulan ini dapat dikabulkan oleh Menteri Pertanian, demi kemajuan sektor pertanian dan peternakan di Kota Pariaman.
“Besar harapan kami, semoga permintaan ini bisa dikabulkan oleh Menteri Pertanian,” harap Yota Balad. Harapan ini mencerminkan komitmen Pemko Pariaman untuk terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian dan peternakan yang berkelanjutan.
Kesimpulan
Dengan langkah proaktif yang diambil oleh Pemko Pariaman dalam mengajukan proposal sektor pertanian dan peternakan kepada Menteri Pertanian, diharapkan akan ada sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pusat. Ini adalah kunci untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian serta peternakan, demi kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.





