Dosen FKIP USK Mengajarkan Guru SMAN 1 Peukan Bada Cara Efektif Memanfaatkan PID untuk Pembelajaran

Dalam era digital yang semakin maju, pendidikan juga mengalami transformasi yang signifikan. Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran adalah dengan memanfaatkan teknologi, seperti Papan Interaktif Digital (PID). Kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (USK) di SMA Negeri 1 Peukan Bada pada Rabu, 3 Juni 2025, menjadi salah satu contoh nyata bagaimana guru-guru dapat dibekali dengan keterampilan untuk memanfaatkan teknologi ini secara efektif. Pelatihan ini tidak hanya memberikan pengetahuan teknis, tetapi juga strategi pengajaran yang dapat meningkatkan keterlibatan siswa.
Pentingnya PID dalam Pembelajaran Modern
Papan Interaktif Digital (PID) menjadi alat yang sangat berharga dalam konteks pembelajaran abad 21. Dengan karakteristik interaktifnya, PID mampu menarik perhatian siswa dan membuat proses belajar menjadi lebih menarik. Program ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2025, yang mendorong digitalisasi dalam pendidikan.
Beberapa manfaat signifikan dari penggunaan PID dalam pembelajaran meliputi:
- Peningkatan keterlibatan siswa dalam proses belajar.
- Penyampaian materi yang lebih menarik dan dinamis.
- Kemudahan dalam mengakses berbagai sumber belajar secara langsung.
- Peningkatan kolaborasi di antara siswa melalui fitur interaktif.
- Pengembangan keterampilan teknologi yang penting untuk masa depan siswa.
Respons Positif dari Sekolah
Kepala SMAN 1 Peukan Bada, Ahlul Fikri, S.Pd.I., M.Pd., menyambut baik kedatangan tim dosen FKIP USK. Ia mengungkapkan rasa syukur karena pelatihan ini datang pada waktu yang tepat, terutama setelah sekolah menerima perangkat PID dari pemerintah. Meskipun perangkat sudah tersedia, tantangan utama adalah kurangnya panduan dan pelatihan yang terstruktur untuk pemanfaatannya.
“Kami sangat menghargai kehadiran tim dosen FKIP USK. Ini adalah kesempatan berharga bagi guru-guru kami untuk benar-benar memahami dan memanfaatkan teknologi PID, yang selama ini ada di kelas tapi belum digunakan secara optimal,” ungkap Ahlul dengan penuh semangat.
Pelatihan Terstruktur oleh Tim Dosen FKIP USK
Kegiatan pelatihan ini difasilitasi oleh dua dosen terkemuka, Fitria Herliana, S.Pd., M.Pd. dan Drs. Mukhlis, M.Hum., yang juga merupakan narasumber nasional dalam Program Digitalisasi Pembelajaran Kemendikdasmen. Keahlian mereka sangat penting dalam memberikan pengetahuan yang relevan kepada para guru.
Tim pengabdi lainnya yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini adalah Dra. Erni Maidiyah, M.Pd., Dr. Muhammad Syukri, M.Ed., dan Dr. Susilawati, M.Ed. Sinergi dari berbagai latar belakang keilmuan ini memastikan pelatihan berjalan dengan baik.
Rancangan Pelatihan yang Efektif
Fitria menjelaskan bahwa pelatihan dibagi menjadi dua sesi utama, yang mencakup aspek teknis dan pedagogis. Sesi pertama fokus pada peningkatan kompetensi teknis guru dalam mengoperasikan PID. Di sesi ini, guru-guru diperkenalkan pada antarmuka dan fitur-fitur dasar hingga lanjutan dari PID.
“Para peserta dilatih untuk memahami berbagai fungsi seperti whiteboard digital, fitur anotasi, layar sentuh, dan konektivitas perangkat,” tambah Fitria. Hal ini penting untuk memastikan bahwa guru dapat memaksimalkan penggunaan PID dalam proses belajar mengajar.
Integrasi PID dalam Pembelajaran
Pada sesi kedua, pelatihan berfokus pada integrasi PID dalam pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam, seperti yang diamanatkan oleh Kurikulum Merdeka berdasarkan Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024. Fitria menjelaskan pentingnya merancang skenario pembelajaran yang menempatkan PID sebagai fasilitator keterlibatan aktif siswa.
“Di sesi ini, kami memberikan referensi untuk merancang skenario yang mengutamakan kolaborasi, berpikir kritis, dan partisipasi aktif,” ujarnya. Tim pengabdi juga mendemonstrasikan pemanfaatan fitur kolaboratif PID, seperti split screen dan multi-touch, yang dapat meningkatkan diskusi dan kerja kelompok yang lebih bermakna di dalam kelas.
Antusiasme Peserta Pelatihan
Antusiasme para peserta pelatihan sangat mengesankan. Fitria menekankan bahwa guru-guru yang awalnya merasa asing dengan perangkat PID mulai aktif berinteraksi dengan layar sentuh, berusaha mencoba fitur whiteboard digital, serta mengakses konten dari platform Rumah Pendidikan. Setiap peserta mendapatkan kesempatan untuk praktik langsung, sehingga keterampilan teknis mereka dapat terbangun dengan lebih baik.
“Semangat para guru hari ini sangat menggembirakan. Dengan antusiasme yang tinggi ini, kami optimis bahwa setidaknya 70% dari peserta dapat mengoperasikan PID secara mandiri dan mengintegrasikannya dalam pembelajaran setelah pelatihan ini,” tegas Fitria dengan percaya diri.
Testimoni dari Peserta
Salah satu peserta pelatihan mengungkapkan rasa terkejutnya terhadap betapa mudahnya memanfaatkan PID dan siap untuk menerapkan pengetahuan baru tersebut kepada siswa. “Saya tidak menyangka PID ini bisa digunakan semudah ini. Banyak konten pembelajaran yang tersedia dan siap digunakan, tinggal bagaimana kita mengintegrasikannya dalam proses belajar mengajar,” ujarnya dengan antusias.
Suasana pelatihan berlangsung sangat interaktif, dengan proporsi 30% teori dan 70% praktik. Para guru tampak enggan beranjak saat pelatihan berlangsung, aktif bertanya dan berdiskusi dengan rekan sejawat. Mereka juga mencoba berbagai fitur PID di bawah pendampingan tim dosen. Semangat ini mencerminkan adanya kebutuhan yang besar bagi guru untuk mendapatkan pelatihan teknologi yang terstruktur dan kontekstual.

