
Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) menetapkan target untuk menyelesaikan merger antara PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID Food dengan PTPN pada semester kedua tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya besar untuk melakukan konsolidasi di dalam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan tujuan utama memperkuat industri gula nasional dan mencapai swasembada. Dalam pernyataannya, Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menekankan bahwa konsolidasi ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan perbaikan menyeluruh dalam industri gula, baik dari sisi hulu maupun hilir.
Strategi Konsolidasi untuk Meningkatkan Kompetitif
Menurut Dony, proses konsolidasi ini merupakan bagian dari program transformasi BUMN yang lebih luas. “Kami ingin melakukan pengelompokan bisnis yang sejenis, serta melakukan restrukturisasi terhadap perusahaan-perusahaan yang relevan,” ujarnya dalam rapat kerja di Komisi VI. Dengan lebih dari 1.100 perusahaan BUMN yang terlibat, Dony menjelaskan bahwa konsolidasi ini akan meliputi empat langkah utama, yaitu:
- Likuidasi perusahaan yang tidak layak beroperasi
- Divestasi bisnis yang dianggap non-inti
- Konsolidasi antar perusahaan
- Restrukturisasi organisasi dan operasi perusahaan
Fokus pada Sektor Gula
Di sektor gula, terdapat dua entitas utama yang akan digabungkan, yakni pabrik gula di bawah PTPN (dikenal sebagai SugarCo) dan ID Food. Tujuan dari penggabungan ini adalah untuk menyederhanakan fokus bisnis masing-masing entitas. PTPN akan lebih diarahkan untuk menjadi perusahaan manufaktur yang berfokus pada produk gula dan komoditas pertanian lainnya, sedangkan ID Food akan berfokus pada aspek perdagangan.
“Langkah ini dimaksudkan agar keduanya dapat lebih fokus pada bisnis inti mereka masing-masing,” tambah Dony. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan ini akan memiliki ruang lebih besar untuk berkembang dalam bidang yang lebih spesifik.
Tantangan di Sektor Gula
Walaupun langkah konsolidasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan daya saing, Dony juga mengakui bahwa industri gula di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan serius. Beberapa di antaranya termasuk:
- Kebocoran dalam distribusi gula rafinasi
- Tekanan harga akibat impor yang tidak terkendali
- Persaingan yang semakin ketat di pasar global
- Perubahan iklim yang dapat mempengaruhi hasil pertanian
- Regulasi yang bisa menjadi penghalang bagi inovasi
Dengan konsolidasi ini, Danantara menargetkan terbentuknya satu holding gula nasional yang diharapkan dapat menguasai hingga 60% pangsa pasar gula di Indonesia pada semester kedua 2026.
Peran ID Food Setelah Merger
Direktur Utama ID Food, Ghimoyo, menambahkan bahwa setelah proses merger, fokus ID Food akan beralih ke perdagangan dan distribusi gula di seluruh Indonesia. Dalam skenario baru ini, ID Food diharapkan dapat menyerap hingga 100% dari produksi gula yang dihasilkan oleh SugarCo. “Kami akan mengarah kepada BUMN perdagangan, sehingga dapat menguasai sekitar 47% pangsa pasar nasional,” ujarnya.
Proses Penggabungan yang Sedang Berjalan
Denaldy Mulino Mauna, Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), memastikan bahwa proses penggabungan antara PTPN dan ID Food kini berada di tahap akhir, menunggu penyelesaian administrasi dan persetujuan dari pemegang saham. “Kami sudah berada dalam tahap penyelesaian, dan rencana penggabungan pabrik gula ini sudah dikomunikasikan,” katanya.
Penting untuk dicatat bahwa pada tahun lalu, PTPN telah menandatangani Conditional Sale Purchase Agreement (CSPA) dengan ID Food, yang menjadi langkah awal dalam proses ini. Saat ini, kedua perusahaan masih dalam tahap memenuhi berbagai persyaratan yang diperlukan, termasuk mendapatkan persetujuan dari para pemegang saham dan mematuhi regulasi yang berlaku.
Keuntungan dari Merger Ini
Melalui merger ini, kedua perusahaan diharapkan dapat mencapai sejumlah keuntungan, seperti:
- Penghematan biaya operasional melalui efisiensi skala
- Peningkatan daya saing di pasar domestik dan global
- Integrasi rantai pasok yang lebih baik
- Peningkatan kapasitas produksi
- Penguatan brand nasional dalam industri gula
Dengan demikian, merger ID Food dan PTPN diharapkan akan membawa dampak positif bagi industri gula di Indonesia, serta mendukung upaya pemerintah untuk swasembada gula di masa depan.
Menghadapi Masa Depan dengan Optimisme
Di tengah berbagai tantangan yang harus dihadapi, optimisme tetap menjadi bagian integral dari rencana konsolidasi ini. Dony menyatakan keyakinannya bahwa dengan langkah-langkah yang tepat dan komitmen dari semua pihak terkait, industri gula Indonesia tidak hanya akan dapat bertahan, tetapi juga berkembang menjadi salah satu yang terkuat di Asia Tenggara. “Kami percaya bahwa dengan konsolidasi ini, kita akan mampu menciptakan industri gula yang lebih tangguh dan mandiri,” tegasnya.
Dengan target penyelesaian pada semester kedua 2026, semua pihak kini menunggu dengan penuh harapan bagaimana langkah-langkah ini akan direalisasikan. Merger ID Food dan PTPN diharapkan tidak hanya menjadi langkah strategis bagi kedua perusahaan, tetapi juga menjadikan Indonesia sebagai pemain utama dalam industri gula global.





