Indralaya Terancam, Warga Protes Kasatpol PP Ogan Ilir Gagal Atasi Sapi Liar di Jalan Raya

Indralaya, Ogan Ilir – Ketidakpuasan yang melanda warga Indralaya akhirnya mencapai puncaknya. Masyarakat kini menunjukkan kemarahan yang mendalam terhadap Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Ogan Ilir, Ibu Rosita, setelah masalah sapi liar di jalan raya tak kunjung menemukan solusi. Banyak yang merasa bahwa Satpol PP Ogan Ilir lebih fokus pada pencitraan ketimbang menyelesaikan permasalahan nyata di lapangan, sementara jalan-jalan utama berubah menjadi padang penggembalaan yang tidak terawasi.
Sapi Liar Mengancam Keselamatan Pengendara
Setiap hari, sapi-sapi dibiarkan berkeliaran di jalan-jalan lintas provinsi, pusat kota Indralaya, serta area yang padat lalu lintas tanpa ada rasa takut. Kejadian ini membuat masyarakat resah, karena keselamatan para pengendara dipertaruhkan akibat kurangnya tindakan tegas dari pemerintah.
“Ini bukan sekadar kelalaian biasa, ini sudah menjadi pembiaran yang terang-terangan. Satpol PP seolah-olah menutup mata dan telinga terhadap situasi ini. Sapi-sapi seakan lebih bebas daripada kami, pengguna jalan,” ungkap seorang warga dengan nada frustrasi saat di wawancara.
Ketidakpuasan Terhadap Kinerja Satpol PP
Warga juga menilai kepemimpinan Rosita di Satpol PP Ogan Ilir sangat mengecewakan, terutama dalam menegakkan Peraturan Daerah (Perda) yang mengatur tentang penertiban hewan ternak. Razia yang dilakukan selama ini dianggap hanya sebagai formalitas belaka tanpa memberikan hasil yang signifikan. Setelah aparat pergi, sapi-sapi kembali memenuhi jalan seolah tidak ada tindakan penertiban yang pernah dilakukan.
Kondisi ini sudah berlangsung cukup lama, namun tidak ada langkah nyata untuk menyelesaikannya. Puluhan sapi dapat terlihat secara santai merumput di median jalan, bahu jalan, bahkan melintas di tengah kendaraan yang melaju dengan kecepatan tinggi. Hal ini memaksa pengendara, baik motor maupun mobil, untuk berjuang menghindari hewan ternak demi keselamatan mereka.
Resiko Kecelakaan yang Meningkat
“Jika sampai ada korban jiwa baru bergerak, itu namanya gagal total. Jangan hanya duduk di kantor ber-AC dan merasa sudah bekerja. Masyarakat butuh tindakan konkret, bukan sekadar razia yang terlihat dramatis,” tegas warga lainnya.
Situasi di lapangan semakin mengkhawatirkan. Jalan lintas yang seharusnya aman bagi masyarakat kini justru menjadi ancaman. Banyak warga yang merasa cemas saat melintasi jalan pada malam hari karena sapi-sapi sering tiba-tiba muncul di tengah jalan tanpa ada pengawasan dari pemiliknya.
Dugaan Kurangnya Keseriusan Satpol PP
Kondisi ini juga memunculkan dugaan kuat di kalangan masyarakat bahwa Satpol PP Ogan Ilir tidak serius dalam menegakkan aturan. Bahkan, sejumlah warga mulai mempertanyakan keberanian aparat untuk menindak pemilik ternak yang dinilai membandel.
“Jika tidak mampu menertibkan sapi liar, lalu apa fungsi Satpol PP? Jangan sampai masyarakat merasa bahwa pemerintah kalah dari sapi,” sindir seorang tokoh masyarakat dengan nada tajam.
Tuntutan Warga untuk Tindakan Nyata
Warga kini mendesak Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir untuk segera mengevaluasi kinerja Kasatpol PP Rosita beserta jajarannya. Mereka menuntut langkah nyata dan operasi besar-besaran, bukan hanya razia simbolis yang hanya menghasilkan dokumentasi tanpa dampak.
- Melakukan penertiban menyeluruh terhadap seluruh ternak liar di jalan raya dan kawasan publik di Indralaya tanpa pandang bulu.
- Memberikan sanksi tegas kepada pemilik ternak yang membiarkan hewan-hewan mereka berkeliaran tanpa pengawasan.
- Mengevaluasi total kepemimpinan Kasatpol PP Ogan Ilir yang dinilai gagal dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat.
- Memberhentikan pola kerja seremonial yang tidak memberikan dampak nyata di lapangan.
Hingga berita ini ditulis, tim media masih berupaya melakukan konfirmasi kepada Kasatpol PP Ogan Ilir, Ibu Rosita, terkait kritik tajam dan kemarahan masyarakat yang terus berkembang.
Satu hal yang menjadi sorotan publik saat ini adalah, jangan sampai jalan raya di Indralaya lebih dikuasai oleh sapi liar ketimbang aparat penegak perda itu sendiri. Situasi ini menuntut perhatian serius dari pemerintah untuk segera mengambil langkah yang diperlukan demi keselamatan dan kenyamanan masyarakat.
Reporter: Tim Media Ogan Ilir-Sumsel



