Rico Waas Tekankan Pentingnya Penanganan Narkoba Terpadu di Belawan: Bukan Sekedar Wacana

Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, berkomitmen untuk melakukan penanganan narkoba terpadu di Belawan. Dia juga menekankan pentingnya tindakan nyata, bukan hanya wacana. Rico Waas meminta semua elemen pemerintah dan penegak hukum untuk segera bertindak dan menutup serta menindak tempat-tempat penyalahgunaan narkoba yang meresahkan publik.
Peran Aktif Rico Waas dalam Penanganan Narkoba
Rico Waas mengungkapkan komitmennya tersebut saat memimpin Rapat Koordinasi Pembahasan Tindak Lanjut Penanganan Peredaran Narkoba di Kecamatan Medan Belawan. Rapat ini dihadiri oleh sejumlah pejabat penting kota Medan dan perwakilan dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Medan.
Dalam rapat tersebut, Rico Waas juga menyinggung tentang kunjungannya ke Belawan bersama sejumlah aparat untuk menindaklanjuti laporan masyarakat terkait dugaan lokasi penyalahgunaan narkoba. “Kami turun langsung ke empat titik lokasi dan ternyata memang ditemukan tempat penyalahgunaan narkoba sekaligus lokasi transaksi narkoba,” ungkap Rico Waas.
Mengatasi Masalah Narkoba di Belawan
Rico Waas mengakui bahwa masalah penyalahgunaan dan peredaran narkoba di Belawan telah berlangsung cukup lama dan berulang kali terjadi. Hal ini membuat masyarakat menjadi khawatir dan merasa tidak aman. Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Medan bersama aparat penegak hukum harus segera bertindak.
“Mulai sekarang kita tidak lagi hanya bersepakat di ruang rapat, tetapi juga bersepakat di lapangan. Ini kondisi yang sangat mendesak dan harus segera kita tangani bersama,” tegasnya. Rico Waas juga menyarankan pembentukan tim khusus yang melibatkan berbagai unsur untuk menangani berbagai persoalan di Belawan.
Strategi Menyeluruh dalam Penanganan Narkoba
Menurut Rico Waas, penanganan masalah narkoba harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pengguna, penyalur, pengedar, hingga pihak-pihak yang diduga melindungi jaringan tersebut. “Kalau hari ini kita menutup satu lokasi lalu besok muncul lagi, kita tutup lagi. Kalau muncul lagi di tempat lain, kita kejar lagi. Yang penting kita tidak boleh berhenti melakukan tindakan,” ujarnya.
Selain penegakan hukum, Rico Waas juga menekankan pentingnya langkah mitigasi sosial melalui pemberdayaan masyarakat. Dia meminta agar pos keamanan lingkungan (pos kamling) kembali diaktifkan serta mendorong berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Program Pemberdayaan Masyarakat
Program tersebut antara lain pengembangan kegiatan olahraga bagi generasi muda, pemberdayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta peningkatan aktivitas positif di lingkungan masyarakat.
“Jika kita ingin Belawan menjadi kawasan yang lebih aman, ekonominya meningkat, dan kualitas pendidikan masyarakatnya lebih baik, maka kita harus bergerak sekarang,” tandas Rico Waas.